Lima Pengajar Muda, Satu Misi: "Pendidikan Aceh Utara Bangkit Kembali"
Bagi kita, bencana longsor dan banjir di Aceh hanyalah bencana yang sudah berlalu. Tetapi, Di SDN 2 Langkahan, Aceh Utara, ada garis cokelat yang masih terlihat jelas. Garis cokelat itu adalah sisa banjir, menandai setinggi apa air pernah naik di dalam kelas. Meja, kursi, buku pelajaran, dan penunjang belajar lainnya sudah tidak ada. Guru-guru bahkan berkumpul di ruang guru terbuka, karena ruangannya belum ada. Anak-anak masuk siang karena gedung sekolah mereka kini dipinjam bergantian dengan anak SMP.
Banjir dan longsor menerjang 27 kecamatan dan 852 desa di Aceh Utara atau sekitar 90% wilayahnya. Tapi yang paling terasa di sekolah bukan hanya kerusakan gedung. Orang tua dan guru masih menyimpan trauma. Begitu langit mendung atau angin mulai kencang, orang tua langsung menjemput anak-anak, walaupun belum waktunya pulang. Kini musim hujan datang lagi, dan sekolah kadang memulangkan siswa lebih cepat demi keamanan.
Namun di tengah semua itu, ada yang tidak ikut hanyut: semangat anak-anak. Mereka tetap bertanya, kapan sekolah dibuka lagi? Apakah mereka bisa belajar lagi hari ini? Mereka tetap membawa buku yang tersisa, tetap berkumpul di halaman, tetap bersekolah walaupun bangunannya harus dipakai bergantian dengan sekolah lain—mereka tetap ingin belajar. Mimpi mereka untuk jadi guru, dokter, atau pelaut tidak ikut tertimbun reruntuhan. Mimpi itu hanya menunggu ada yang menemani mereka melangkah lagi.
Karena itu, kami kembali. Lima Pengajar Muda sudah hadir lagi di Aceh Utara, bukan sebagai tamu, tetapi sebagai teman yang tinggal, mendengar, dan berbenah bersama masyarakat yang sedang bangkit.
Donasi ini adalah langkah awal untuk mendampingi kembalinya pendidikan di Aceh Utara. Dengan Rp150.000.000, kita dapat menemani lima Pengajar Muda yang tengah bergerak sebagai katalisator kembalinya pendidikan di Aceh Utara.
Saat ini, kehadiran Pengajar Muda tak hanya mengajar di kelas. Mereka adalah katalisator yang menyalakan kembali gerakan pendidikan di sana. Mereka menemani anak belajar di sekolah yang fasilitasnya belum pulih, supaya semangat mereka tak lagi padam. Mereka juga mendengar dan menguatkan guru serta orang tua yang masih dibayangi ketakutan. Mereka juga sudah berkoordinasi dengan BPBD untuk mengintegrasikan Satuan Pendidikan Aman Bencana, dan Kepala Dinas Pendidikan memahami kondisi di lapangan.
Kini, giliran kita untuk terlibat bersama. Anak-anak Aceh Utara sudah menunjukkan semangatnya dan Pengajar Muda sudah siap mendampingi. Yang mereka butuhkan adalah kita di belakang mereka. Bersama, kita temani Pengajar Muda yang sedang menemani anak-anak Aceh Utara belajar kembali dan meraih mimpinya. Sekecil apa pun keterlibatanmu dapat menjadi satu langkah yang menguatkan mereka.
#IkutTerlibat sekarang. Temani mereka kembali.
IXXXXXXXA
Memberikan iuran sebesar Rp6.000Semangat Pengajar Muda